Buwas : Narkoba Masih Dikendalikan dari lapas

Share:

komjen-budi-waseso-buwas-medansatu

Diposkan.com – Penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah terjadi di semua kalangan masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) Selasa, (1/3).

“Pengguna narkoba bukan hanya orang dewasa saja, tapi anak TK sudah ada yang menggunakan narkoba. Bahkan, dari hasil penyelidikan BNN, narkoba sudah masuk ke pesantren,” kata Buwas pada acara penandatanganan pakta integritas para pejabat struktural di jajaran Pemprov Bengkulu dilansir dari beritasatu.com.

Buwas menerangkan bahwa tidak hanya masyarakat biasa, bahkan ada kyai dan santri sudah ada yang mengkonsumsi narkoba dengan alasan agar semalam suntuk melakukan zikir. Demikian pula hasil tes yang dilakukan BBN di salah satu SMP di Pulau Jawa, dari 70 sampel yang dites, hasilnya 58 sampel positif mengkonsumsi narkoba.

“Ini baru sampel saja, bagaimana kalau dites semua, maka hasilnya mungkin lebih besar lagi. Jadi, pengguna narkoba tidak hanya orang dewasa sajam, tapi sudah merambah ke siswa SMP dan santri,” ujarnya.

Buwas juga menambahkan bahwa Bangsa ini menjadi sasaran peredaran narkoba. Perang modern tidak menggunakan senjata, tapi serangan cukup dengan narkoba karena narkoba pembunuh masip.

Baca Juga:   Surabaya Terapkan Parkir Berhadiah Untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Menurutnya, sampai saat ini pengendalian narkoba di Tanah Air, masih dikendalikan dari dalam lapas. Hal ini terbukti di Lapas Salemba dan Cirebon ditemukan jaringan narkoba yang memesan barang dari Pakistan. Sedangkan barangnya dari Taiwan dan pemasoknya dari Malaysia.

“jika peredaran narkoba di lapas dapat diberantas, maka sekitar 50 persen peredaran narkoba dapat ditanggulangi,”tambah Buwas.

Buwas berharap Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan peredaran narkoba di lapas dapat dihentikan ke depan, sehingga peredaran r dapat ditanggulangi. Sebab, pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab BNN maupun Polri saja, tapi juga menjadi tugas seluruh stakeholder yang ada.

“Narkoba merupakan musuh kita bersama, sehingga memberantasnya juga dilakukan secara bersama-sama. Sebab, jika narkoba tidak dapat ditanggulangi dengan baik, maka bangsa ini akan kehilangan satu generasi,” ujarnya.

BNN memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti yang telah mengumpulkan ribuan pejabat setingkat eslon IV, III dan II di jajaran pemprov setempat menandatanganan pakta integritas tidak mengkonsumsi narkoba dan korupsi.

Buwas : Narkoba Masih Dikendalikan dari lapas | Ari Purwanti | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya