Tarif KRL Naik Cara Pemerintah Libatkan Masyarakat Tingkatkan Pelayanan

Share:

diposkan-krl-commuter-jabodetabek
Diposkan.com – Kementerian Perhubungan menyetujui rencana PT KAI Commuter Jabodetabek yang akan menaikkan tarif kereta api perkotaan (KRL Jabotabek) untuk semua rute.
Namun, kenaikan tarif KA hanya sebesar Rp.1.000,- per penumpang dan itu harus dialokasikan untuk biaya/investasi peningkatan sarana dan pelayanan KRL.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Prasetyo Boeditjahjono dalam keterangannya Sabtu malam (1/10). Praseto mengatakan jika PT KAI telah mengajukan kenaikan tarif sejak tahun 2014 yang lalu.
Namun pihaknya memerlukan waktu untuk melakukan penilaian dan kajian keterkaitan kenaikan yang diminta dengan investasi perbaikan sarana dan pelayanan KRL yang dapat dilakukan.

Setelah pengkajian itu maka pemerintah telah menyetujui kenaikan tarif baru KRL tersebut mulai berlaku tanggal 1 Oktober 2016.

“Kenaikan tarif kereta ini berlaku di seluruh rute atau lintasan KRL Jabodetabek. Untuk rute terjauh, yaitu Bogor-Maja, saat ini tarifnya Rp.11.000,- naik hanya menjadi Rp.12.000,- saja,” imbuh Prasetyo seperti yang dilansir dari rmol.co.

Dia juga menegaskan bahwa dalam proses kenaikan tarif KRL ini, Pemerintah juga meningkatkan subsidi untuk KRL. Dirinya mencontohkan jika tarif Jakarta -Bogor, biaya operasional yang dibutuhkan adalah sebesar Rp.13.750,- per penumpang. Penumpang yang semula membayar sebesar Rp.5.000,-, maka setelah 1 Oktober nanti, tarif yang akan dikenakan adalah sebesar Rp.6.000,-.

Baca Juga:   Kementerian ESDM Revisi Regulasi Demi Kembangkan Energi Panas Bumi

Sedangkan untuk subsidi Pemerintah dari biaya operasional pada lintas tersebut, semula memberikan subsidi sebesar Rp.6.000,- per penumpang, naik menjadi sebesar Rp.7.750,- per penumpang atau terdapat kenaikan subsidi sebesar Rp. 1.750,- per penumpang. Ini menggambarkan upaya sinergi Pemerintah, operator dan masyarakat untuk peningkatan pelayanan KRL.

“Kerjasama Pemerintah, operator dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut dalam upaya modernisasi Stasiun Manggarai yang saat ini tengah dikerjakan,” tambah Prasetyo.

Jika modernisasi Stasiun Manggarai selesai, maka stasiun ini akan menjadi stasiun besar yang akan melayani semua kereta, baik kereta jarak jauh, KRL maupun KA Bandara, sebagai perwujudan peningkatan pelayanan angkutan perkotaan di Jabodetabek.

Sebelumnya, pihak KCJ mengajukan permintaan kenaikan tarif tersebut dimaksudkan guna pembiayaan/investasi penambahan sarana KRL. Hal ini untuk mencapai target tahun 2019 dapat mengangkut 1,2 juta penumpang/hari.

Saat ini ini jumlah penumpang yang diangkut oleh KRL Jabotabek mencapai ± 850 ribu penumpang/hari.

Tarif KRL Naik Cara Pemerintah Libatkan Masyarakat Tingkatkan Pelayanan | Fisika Fikri | 4.5

Kirim Komentar

Berita Lainnya